Bisnis

WORKSHOP OFFLINE EKSKLUSIF BISA BIKIN BRAND

Akhirnya kita bisa bikin Workshop Tatap Muka Bisa Bikin Brand. Workshop BBB kali ini beda dengan workshop offline BBB sebelum pandemi karena perubahan Marketing Branding Selling selama pandemi sangat signifikan. Karena itu WORKSHOP HARI PERTAMA SELASA, 28 JUNI 202209.00 – 17.00 WIB mengupas tuntasBRANDING MARKETING SELLING 1.0-4.0 oleh pak Bi @subiakto Bagai mana menyiasati keadaan dimana

APA SIH TUJUAN BRANDING KAMU?

SERINGKALI SAYA BERJUMPA PEBISNIS YANG MELAKUKAN INI ITU INI ITU TAPI TIDAK TEGAS MENENTUKAN TUJUAN BRAND-NYA Belajar detail tentang Brand Positioning tapi tidak jelas tujuan Brandnya. Fasih ngebahas Brand Digital tapi tidak tau tujuan Brandnya apa Berbusa-busa ngomongin shortcut branding tapi tidak jelas tujuannya buat apa Tidak percaya? Coba jawab. “Apa sih tujuan branding anda?”

SELLING MAUPUN BRANDING TUJUANNYA TRANSAKSI

Transaksi terjadi kalau anda bisa menciptakan TRAFIK. Trafik terjadi lewat strategi PUSH atau PULL.Strategi PUSH artinya mendorong produk keluar dari pabrik ke distributor ke agen ke retailer dengan INSENTIF.Strategi insentif seperti diskon, hadiah, cash back, paketan dan lainnya bisa menghasilkan trafik cepat tapi lama kelamaan konsumen lebih loyal sama diskonnya dan tidak loyal sama produknya.

BRAND LEADERSHIP

Saat ini kota-kota bersaing menarik kunjungan wisatawan dan investor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota. Pemimpin politik dan pejabat daerah menyadari sebuah kota harus memiliki keunggulan kompetitif yang unik dan otentik sehingga membutuhkan pendekatan marketing dan branding untuk memperkenalkan kota kepada konsumennya (penduduk, wisatawan dan investor). Namun, Simon Anholt dan Keith Dinnie mengungkapkan Branding suatu tempat

Attractive Place to Live

Kota yang menarik bagi warganya adalah sebuah kota yang menawarkan kepada warganya manfaat ekonomi, sosial dan emosional, termasuk kesempatan untuk berbagi informasi, membentuk ikatan sosial yang erat, dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat mereka (Insch, 2011). Oleh sebab itu, pembuat kebijakan dan perencana kota harus meningkatkan pengalaman sehari-hari penduduk untuk mendorong komitmen