Praktisi Branding

KALAU MAU LENGKAP SIAPIN TIGA-TIGANYA

Mau sukses di bisnis dan brand anda butuh Tiga-Tiganya. Mindset. Skillset. Dan Toolset. MINDSET adalah pola pikir. 1. Membangun tangible value dan intangible value 2. Strategi (cara mencapainya) Untuk membangun Brand sebagai intangible Value saya ajarkan di Workshop Bisa Bikin Brand. Hari pertama “Branding Marketing Selling” Hari kedua “Magnet Branding”. SKILLSET. Ketrampilan yang harus dikuasai.

SELALU SENANG MEMBACA TULISAN ALUMNI BISA BIKIN BRAND

Topik Branding itu menarik. Ada banyak versi interpretasinya. Ada banyak “mazhab” yang mendefinisikannya. Ada yang nyebut Branding itu merek, disisi lain ada juga yang bilang Branding itu logo. Ada yang memahami Branding itu bikin desain kemasan yang ciamik. Sementara ada juga yang memahami Branding itu harus pasang baliho segede gaban di jalan-jalan utama. Coach anu

PILIH MANA?

Akhir Agustus saya ada waktu luang. Rencananya diisi workshop online 2 hari lah. Workshop Personal Branding atau Workshop Copywriting? Silahkan usul di kolom chat Instagram Pak Bi @subiakto Kalau banyak yang memilih Personal Brand saya akan bikin workshop Personal Brand. Kalau banyak yang memilih Workshop Copywriting ya saya bikin Workshop Copywriting. Workshop Personal Branding apa

MAU BIKIN BRAND? MAPPING DULU 5 LANGKAH INI!

Sebelumnya Selanjutnya Apa dulu yang mesti dilakuin kalo mau bikin brand? Bikin brand itu teknisnya bukan lagi soal jualan terus laris-manis, karena tujuannya bukan cuma transaksi, tapi ada experience, loyality, dan bahkan brand advocacy. Kalo cuma jualan demi transaksi aja, bisnismu gak bakal panjang riwayatnya. Saat kamu gak punya racikan spesial yang ditawarkan, customer bakal

JADILAH YANG PERTAMA

Tiap orang merasa dirinya mampu membuat keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri. Tiap keputusan yang dibuatnya harus berdasarkan pilihan rasional yang sesuai dengan kebutuhan kita. Namun, kenyataanya seringkali kita membuat keputusan yang irrasional secara terduga (predictably irrational), keputusan irrasional yang terjadi secara sistematis dan berulang sehingga bisa diduga (Ariely, 2008). Kita ternyata tidak sepenuhnya rasional,