Admin

MENANG PERSAINGAN DENGAN SEGMENTASI

Setiap pelaku usaha harus memiliki keunggulan kompetitif agar mampu memenangkan persaingan di era hyper-competition. Michael Porter menyebutkan ada tiga strategi umum yang dapat dilakukan perusahaan dalam mengembangkan strategi keunggulan kompetitif, yakni : cost leadership, differentiation, dan focus. Pendekatan strategi focus cocok bagi pelaku usaha yang berorientasi pada segmentasi pasar.  Strategi fokus menitikberatkan agar pelaku usaha berkonsentrasi pada niche market yang tidak dilayani pesaing sehingga

KENAPA HARUS BRANDING?

Kini bisnis bukan lagi perkara produk bisa laku atau customer bisa repeat order, tapi membuat mereka bertransformasi dari customer setia jadi advocate, yang siap jadi pembela untuk bisnismu. Pertanyaannya, bisakah? Perlukah setiap bisnis punya pasukan pembela? Perlukah bisnis sekelas UMKM punya advocate? Kenyataannya, nggak peduli level bisnismu berada di mana, membangun brand itu penting untuk menciptakan bisnis yang sustainable. Apa

BERKOMUNIKASI DENGAN AUDIENS LEWAT COPYWRITING

BERKOMUNIKASI DENGAN AUDIENS LEWAT COPYWRITING Sepenting apa sih copywriting dalam rangka membangun brand? Jawabannya: PENTING BANGET! Mau bisnis di industri apapun, level apapun, UMKM sampe corporate sekalipun, gak ada yang gak butuh copywriting. Kenapa? Karena copywriting adalah cara satu-satunya untuk mengkomunikasikan value suatu bisnis biar diterima dan dipahami audiens, biar audiens merasa dekat dan pada

KILL YOUR OWN PRODUCT

Pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition) meski terdiri dari banyak produsen namun memiliki kemampuan untuk menaikkan harga (market power) dan inilah yang membedakan pasar monopolitik dengan pasar persaingan sempurna (perfect competition). Dalam industri persaingan monopolistik, setiap produsen memiliki produk yang berbeda dengan produk pesaing dari sisi konsumen. Menariknya, kadang perbedaan tersebut hanya berada di benak konsumen bukan

BRAND ADALAH BELIEVE SYSTEM

Lagi-lagi gara-gara ikutan workshop Pak Bi @subiakto waktu itu, jadi resound apa yang beliau bilang, “brand adalah believe system”. Kalo disimak dan dipelajari lebih dalem, emang gak semua bisnis punya sesuatu yang orang pengen terus ikutin bahkan terlibat di dalemnya. Orang bisa jadi beli produk kamu tapi ya udah gitu aja, mereka nggak punya deeper connection sama