bisa bikin brand

KENAPA HARUS BRANDING?

Kini bisnis bukan lagi perkara produk bisa laku atau customer bisa repeat order, tapi membuat mereka bertransformasi dari customer setia jadi advocate, yang siap jadi pembela untuk bisnismu. Pertanyaannya, bisakah? Perlukah setiap bisnis punya pasukan pembela? Perlukah bisnis sekelas UMKM punya advocate? Kenyataannya, nggak peduli level bisnismu berada di mana, membangun brand itu penting untuk menciptakan bisnis yang sustainable. Apa

KILL YOUR OWN PRODUCT

Pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition) meski terdiri dari banyak produsen namun memiliki kemampuan untuk menaikkan harga (market power) dan inilah yang membedakan pasar monopolitik dengan pasar persaingan sempurna (perfect competition). Dalam industri persaingan monopolistik, setiap produsen memiliki produk yang berbeda dengan produk pesaing dari sisi konsumen. Menariknya, kadang perbedaan tersebut hanya berada di benak konsumen bukan

BRANDING ITU INTINYA MENCIPTAKAN “KATEGORI BARU”

Caranya pak Bi? Cukup ditambah kata YANG. Yang apa pak Bi ? Yang mengandung Value dan CTA yang sulit diikuti pesaing sehingga anda memonopoli pasar. Dimana saya bisa belajar pak Bi ? Di workshop Branding Marketing Selling anda diajari CTA. Workshop Branding Marketing Selling sudah dilaksanakan minggu lalu. Di workshop Magnet Branding tanggall 18-20 Agustus

MENGENAL BRAND ADVOCATE

TULISAN DARI @jfsebayang ALUMNI BBB YANG MENCERAHKAN   Word of mouth terbukti memiliki pengaruh yang kuat untuk memperkenalkan sebuah produk. Oleh karena, secara alamiah setiap orang suka berbagi dan merekomendasikan apa pun yang terbukti bermanfaat bagi mereka kepada orang yang terdekat dengannya (keluarga ataupun teman). Rob Fuggetta menyebut pelanggan yang antusias dengan Brand Anda dan bersedia

SITUASI GENTING

Tanpa kita sadari kita masuk ke era paling genting dalam kehidupan berbisnis. Era dimana apa yang ditawarkan pebisnis tidak klop dengan selera konsumennya. Pebisnis masih percaya hal-hal dibawah ini : 1. Percaya bahwa PRODUK yang lebih bagus/beda menjadi Call To Action Konsumen untuk membeli. 2. Percaya bahwa harga murah merupakan Call To Action konsumen untuk