bisa bikin brand

SUDAH PUNYA BRAND VALUE?

Platform Web 2.0 menghasilkan berbagai aplikasi seperti web-based communities, hosted services, web applications, social-networking sites, video-sharing sites, wikis, dan blog yang memudahkan tiap orang untuk membuat dan berbagi konten. Kondisi ini membuat terjadi pergeseran pengetahuan dan pengaruh dari pemasar ke konsumen (Kozinets, 1999). Saat ini, konsumen menciptakan konten berupa foto, video, ulasan produk, dan pertanyaan di situs

NO VALUE NO BRAND

Sebelumnya Selanjutnya Gak ada value, gak ada yang namanya brand. Makanya kalo ada klien mau minta dikerjain copywriting-nya sama saya, saya pasti nanya dulu tentang apa keunikan dari bisnis mereka, apa bedanya dari kompetitor mereka. Ada yg mantep jawab, ada yang jawab tapi gak paham poinnya, ada yang ngelantur kesana-kemari, ada yang bingung mikir, ada

CARA TEPAT SAAT PASAR BERUBAH

As markets change, marketing theories must also change to accommodate them. (Kozinets, et al, 2010).   Internet mengalami loncatan perubahan semenjak hadirnya platform Web 2.0, sebuah platform aplikasi yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi informasi secara interaktif. Platform ini  berpusat pada pengguna, sekaligus memfasilitasi pengguna untuk saling berkolaborasi di World Wide Web. Beberapa bentuk Platform Web

WALK THE TALK

Yang di omongin ya harusnya yang pernah dilakukan. Nasehat para sepuh “Mun ncan kabukti mah bohong”. Cerita kisah sukses anda buat menginspirasi. Bukan dibuat formula. Karena jaman berubah. Marketing 1.0 (4P) yang fokus memuji keunggulan produk (iklan) populer sebagai Marketing modern tahun 1960-an. Sudah beralih ke Marketing 2.0 pada tahun 1990-an yang fokus pada Branding

BIARKAN KARYA BICARA. KALAU GAK PUNYA KARYA TINGKAT NASIONAL MEMANG JADI SUSAH BICARA

Selaku praktisi Branding karier yang 50 tahun, saya termasuk sangat beruntung karena perjalanan profesi saya cukup runut membentuk seorang Pak Bi yang sekarang. Bayangkan di usia 19 thn baru lulus SMA sudah langsung ditawari kerja sebagai Art Director di sebuah Packaging Company modern saat itu yang mengusung credo “Packaging is a Silence Salesman”. Sebagai Art