Brand

BERKOMUNIKASI DENGAN PEMILIK BRAND

Kevin Lane Keller mengubah pendekatan manajamen brand dengan memperkenalkan “Customer-Based Brand Equity .“ Manajemen Brand dengan pendekatan berbasis konsumen (consumer-based approach) menggunakan cognitive psychology dan information-processing theory untuk melakukan analisis terhadap persepsi dan proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli  sebuah Produk Brand (Heding, Knudtzen and Bjerre, 2020). Dalam pandangan Keller, Brand berada di benak konsumen. Keller (1993) memperkenalkan

WORKSHOP OFFLINE EKSKLUSIF BISA BIKIN BRAND

Sebelumnya Selanjutnya WORKSHOP OFFLINE EKSKLUSIF BISA BIKIN BRAND HADIR KEMBALI.19-20 September 2022 Akhirnya setelah menunggu 3 bulan Workshop Offline Eksklusif Bisa Bikin Brand hadir kembali Pandemi telah membawa perubahan Marketing Branding Selling sangat signifikan. Karena itu WORKSHOP HARI PERTAMA Senin 19 September 2022 09.00 – 17.00 WIB mengupas tuntas BRANDING MARKETING SELLING 1.0-4.0 oleh Pak

WORKSHOP EXCLUSIVE HARI KE-2 BISA BIKIN BRAND HOTEL KEMPINSKI 29 JUNI 2022

Workshop BISABIKINBRAND Offline Exclusive hari kedua, Rabu 29 Juni 2022, yang masih bikin kangen 🥰 Hari kedua ternyata gak kalah serunya dengan hari pertama. Apalagi peserta sudah mulai kenal dengan peserta2 lain. Juga sudah mulai banyak yang ngobrol dengan Pak Bi @subiakto saat break. Seperti hari pertama, Workshop dibuka oleh moderator merangkap MC, mbak @sati.subiakto dan dilanjutkan dengan menyanyikan

MENGAPA PAK BI MEMILIH PELATARAN RAMAYANA UNTUK COMEBACK-NYA WORKSHOP BBB OFFLINE?

Karena Ramayana Ballroom Hotel Indonesia ini dibangun dengan perampasan perang dari Jepang. Simbol pengakuan Indonesia merdeka memenangi perang terhadap penjajahan. Kalau dulu bebas dari penjajahan sekarang Brand Indonesia bebas dari dominasi Brand Asing. Aamiin… Melalui Instgram Bu @dwitasoewarno  SUDAH SIAP KAH ANDA HADIR DI WORKSHOP ISTIMEWA? Pak Bi @subiakto sudah siap. Bahkan turun tangan langsung untuk menyiapkan

BRANDING ADALAH INVESTASI RASA.

Maksudnya apa sih pak Bi? Maksudnya hubungan konsumen dengan produk adalah hubungan RASA. Ketika pakai produknya ada rasa SUKA, ada rasa BANGGA, ada rasa KASMARAN, ada rasa CINTA. Nah hubungannya lebih bersifat EMOTIONAL bukan RATIONAL. Makanya orang bisa Loyal kepada satu Brand karena emotionalnya. Bukan rationalnya. Bukan tentang ANGKA. Seperti harga murah, diskon atau bonus