IndonesiaSpicingTheWorld

MAU BIKIN BRAND? MAPPING DULU 5 LANGKAH INI!

Sebelumnya Selanjutnya Apa dulu yang mesti dilakuin kalo mau bikin brand? Bikin brand itu teknisnya bukan lagi soal jualan terus laris-manis, karena tujuannya bukan cuma transaksi, tapi ada experience, loyality, dan bahkan brand advocacy. Kalo cuma jualan demi transaksi aja, bisnismu gak bakal panjang riwayatnya. Saat kamu gak punya racikan spesial yang ditawarkan, customer bakal

JADILAH YANG PERTAMA

Tiap orang merasa dirinya mampu membuat keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri. Tiap keputusan yang dibuatnya harus berdasarkan pilihan rasional yang sesuai dengan kebutuhan kita. Namun, kenyataanya seringkali kita membuat keputusan yang irrasional secara terduga (predictably irrational), keputusan irrasional yang terjadi secara sistematis dan berulang sehingga bisa diduga (Ariely, 2008). Kita ternyata tidak sepenuhnya rasional,

COPYWRITING YANG BISA BIKIN BRAND

Sebelumnya Selanjutnya Gimana rahasianya jadi copywriter yg bisa dapet klien keren-keren? Kok bisa sih di-follow sama Kang Emil @ridwankamil, Mbah @president_jancukers, sampe jadi muridnya Pak Bi @subiakto? Dari mana dapet ilmu copywriting dan branding padahal kuliah di Sastra? Kok bisa sih masuk circle orang-orang hebat? Salah satu yg paling mengubah karir saya adalah berkat join workshop Pak Bi.

“JADI GURU TIDAK USAH BERNIAT BIKIN ORANG PINTAR” – Mbah Mun

Nasehat Mbah Mun ini valid dan otentik. Tanpa mengurangi rasa hormat saya selalu berusaha lebih alias Extramiles buat alumni workshop saya. Bagi saya tahapan belajar itu sebagai berikut: 1. Membuka wawasan 2. Orang jadi tau 3. Orang jadi paham 4. Orang jadi bisa 5. Orang jadi pintar 6. Orang jadi mahir 7. Tugas selesai Nah

PERUBAHAN ADALAH SESUATU PASTI DALAM HIDUP KITA

Perubahan terjadi setiap hari. Dan ini pasti Relevant itu mengikuti perubahan. Dan ini setiap hari. Kalau anda mau relevan ikuti perubahan setiap hari. Jaman now semua dimudahkan. Dengan membuka hand phone setiap hari anda jadi aware akan perubahan yang terjadi hari ini. Sikap konsumen haru ini tidak sama dengan konsumen tahun 50-an. Konsumen jaman now