Praktisi Branding

MENGAPA PAK BI MEMILIH PELATARAN RAMAYANA UNTUK COMEBACK-NYA WORKSHOP BBB OFFLINE?

Karena Ramayana Ballroom Hotel Indonesia ini dibangun dengan perampasan perang dari Jepang. Simbol pengakuan Indonesia merdeka memenangi perang terhadap penjajahan. Kalau dulu bebas dari penjajahan sekarang Brand Indonesia bebas dari dominasi Brand Asing. Aamiin… Melalui Instgram Bu @dwitasoewarno  SUDAH SIAP KAH ANDA HADIR DI WORKSHOP ISTIMEWA? Pak Bi @subiakto sudah siap. Bahkan turun tangan langsung untuk menyiapkan

REKAM JEJAK PAK BI SELAMA 50 TAHUN BERKARYA

Diambil dari Instgram pribadi bu @dwitasoewarno Dari Praktisi Periklanan menjadi Praktisi Branding bagi Pak Bi @subiakto bukan satu hal yang sulit dilakukan karena selama menjalankan pekerjaan di periklanan, beliau juga melakukan pembangunan Brand baik bagi Product, Personal, mau pun Corporate yang ditanganinya. Sekian puluh tahun berjalan menangani banyak corporate dan product branding, Pak Bi di-challenge untuk

BENDERA FINISH ADALAH FOKUS UTAMA

Apapun jenis lombanya bendera finish adalah fokus utama setiap peserta lomba. Mulai MotoGP sampai balap karung, mulai Formula-E sampai lomba bakiak para pemain ya fokus pada garis finish. Demikian pula dalam Bisnis. Fokus pemain ya tergantung bidang yang ditemani masing-masing pemain. Karenanya masing-masing guru (mentor) bisnis akan mengajarkan Bagaimana mencapai garis finish sesuai bidang keahlian

WORKSHOP ONLINE BRANDING MARKETING SELLING

Buat teman-teman yang diluar NEGERI dan diluar Jakarta dan tidak kebagian seat ikut workshop Offline Bisa Bikin Brand, saya siapkan workshop Online Branding Marketing Selling 20-21 JULI 2022. Disamping ngebahas tuntas Marketing 1.0 s/d 4.0, saya akan fokus membahas karakter konsumen Jaman NOW. Bagaimana dunia mereka yang selebar 5 inchi, Bagaimana mereka menanggapi iklan kita

PAK BI AHLI PRODUK BRANDING

Gara-gara selama 50 tahun praktek branding dan sudah ratusan merek + value produk saya masukkan dalam benak konsumennya maka saya dapat julukan Pakar Produk Branding. Padahal saya beberapa kali melakukan Personal Brand buat beberapa tokoh. Tidak tanggung-tanggung. Personal Brand calon Presiden dan Personal Brand Calon Gubernur. Dan kebetulan dua-duanya menang. Yang gagal? Tentunya ada juga.