Advertising

PAK BI AHLI PRODUK BRANDING

Gara-gara selama 50 tahun praktek branding dan sudah ratusan merek + value produk saya masukkan dalam benak konsumennya maka saya dapat julukan Pakar Produk Branding. Padahal saya beberapa kali melakukan Personal Brand buat beberapa tokoh. Tidak tanggung-tanggung. Personal Brand calon Presiden dan Personal Brand Calon Gubernur. Dan kebetulan dua-duanya menang. Yang gagal? Tentunya ada juga.

Workshop Offline Eksklusif Bisa Bikin Brand SOLD OUT!

ALHAMDULILLAH SOLD OUT. Workshop Offline Eksklusif Bisa Bikin Brand masih 10 hari lagi seat sudah tak bersisa. Menunjukkan besarnya antusiasme peserta belajar Brand YANG BENAR. Bagi yang belum berkesempatan kali ini bisa mendaftar untuk Workshop Offline yang Insya AlLah kami akan selenggarakan lagi bulan depan. Tergantung kebijakan pemerintah menanggulangi pandemi. Terima kasih bagi yang sudah

SPONSOR EVENT

Sponsorship sebuah event punya beberapa tujuan. Ada yang tujuannya pragmatis karena mau jualan. Ada yang launching produk baru. Ada yang Brand awareness agar Brandnya makin dikenal. Baik tujuannya jualan atau branding kita harus sadar bahwa sebenarnya kita sedang melakukan NEBENG TRAFIK. Harus paham bahwa audience datang ke event tersebut mau lihat balapan mobil, melihat konser

NO TRAFFIC NO BUSINESS

Sekali lagi tidak ada trafik tidak ada bisnis. Tapi trafik saja tidak akan jadi bisnis. Trafik itu baru orang yang lalu lalang didepan mata kita. Kalau di sosial media disebut followers. Kalau di kaki lima namanya perjalanan kaki. Trafik butuh atraksi agar menjadi pengunjung lapak kita. Kalau di sosial media kita menyebutnya content. Visitor perlu

TALENT POSITIONING

Materi diatas ini adalah matrix dalam menentukan siapa dan apa peran dari seorang talent. Menentukan SIAPA yang hendak kita pakai menjadi talent iklan biasanya ada kriteria. 1. Layman – orang biasa yang tidak dikenal 2. Expert – adalah ahli dibidang tertentu. Termasuk dokter, teknisi, dan lainnya. 3. Celebrities – artis, penyanyi, bintang film, tokoh pokoknya