Branding

Membuat Perencanaan di Tahun Baru dengan ‘Tumpeng Kehidupan’

Tahun 2015 sudah berlalu, apakah anda sudah mempunyai RESOLUSI diri tahun 2016? Bagaimana cara membuatnya? Mau tahu cara membuatnya? Sebelum membuat resolusi tahun 2016 mulailah dengan pertanyaan “Bagaimana pencapaian resolusi tahun 2015 kemarin?” Atau anda tidak pernah membuat resolusi tahun baru karena keburu pesimis duluan akan kemampuan anda untuk mencapainya? Atau anda tidak percaya metode

Mari Kembali ke Jalan yang Benar

1. BRAND adalah MEREK yg telah menjalin ikatan EMOSI dgn konsumennya. Kalau sebuah MEREK sudah punya pelanggan maka dia jadi BRAND. Ilmu Selling menghasilkan pembeli. Ilmu Branding menghasilkan pelanggan. Misalnya saya bikin PRODUK. Produk saya memberi manfaat yg bisa dirasakan secara fisik. Lalu saya kasih MEREK sebagai nama produk. Saya buatin LOGO sebagai tanda atas

Beda Pemasaran di Era Sebelum dan Sesudah Google

Memiliki produk yang cenderung sama dengan produk yang dimiliki kompetitor merupakan salah satu maslaah yang biasa dihadapi pebisnis. Oleh karena itu proses branding sangat krusial perannya di sini untuk membuat perbedaan. Pemasaran diperlukan agar calon konsumen mampu melihat perbedaan yang ditawarkan. “Branding membedakan diri kita dari pesaing. Marketing membuat calon konsumen melihat perbedaan itu” menurut

Seperti Ajaran Agama-Agama, Brand Juga Punya Hubungan Dengan Surga-Neraka

Berawal dari buku Jesper Kunde berjudul ‘Corporate Religion’ pada tahun 2006, Pak Subiakto Priosoedarsono atau lebih akrab disapa Pak Bi mengenal istilah ‘Brand Heaven’. Brand Heaven (Surganya Brand) di sini dimaksudkan kepada suatu keadaan di mana sebuah Brand sudah melampaui ujian-ujian ‘duniawi’. Sebuah brand yang sudah mencapai Brand Heaven pasti laku dijual tanpa melihat apapun