Praktisi Branding

BERSAING MELALUI PRODUK SUBSTITUSI

Persaingan merupakan situasi alamiah yang harus dihadapi setiap perusahaan untuk menjaga profitabilitas dan mempertahankan keberlangsungan bisnis mereka. Menurut Porter (1985) terdapat lima kekuatan kompetitif dalam setiap sektor industri, masuknya pesaing baru, ancaman substitusi, daya tawar pembeli, daya tawar pemasok (suplier) dan persaingan antar pelaku usaha yang sudah ada. Kelima kekuatan kompetitif akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan

BRANDING ITU INTINYA MENCIPTAKAN “KATEGORI BARU”

Caranya pak Bi? Cukup ditambah kata YANG. Yang apa pak Bi ? Yang mengandung Value dan CTA yang sulit diikuti pesaing sehingga anda memonopoli pasar. Dimana saya bisa belajar pak Bi ? Di workshop Branding Marketing Selling anda diajari CTA. Workshop Branding Marketing Selling sudah dilaksanakan minggu lalu. Di workshop Magnet Branding tanggall 18-20 Agustus

EVANGELIST – BRAND ADOPTER – BRAND ADORER – BRAND ADVOCATES

Ini penjelasan yang gamblang dari alumni BBB @jfsebayang. Silahkan disimak. Cara Mudah Mengenali Tipe Pelanggan Strategi pemasaran Word of Mouth memiliki pengaruh yang kuat namun hemat biaya karena melibatkan konsumen atau pelanggan untuk melakukan ‘pemasaran’ dengan merekomendasikan Brand kepada teman atau tetangga. Konsumen atau pelanggan yang memberikan rekomendasi di jejaring sosial mereka disebut Brand Advocate

SUKSES MEMBANGUN BRAND DENGAN RUMUS INI

Diambil dari Instagram alumni BISA BIKIN BRAND milik @mayangwangi Menjalankan bisnis itu perlu strategi. Ada yang namanya branding, marketing, selling? Apa bedanya? Mana duluan yang mesti dijalani? Branding sifatnya mengaktivasi ikatan emosi. Bentuknya adalah berupa stimulan yang tujuannya memperkuat persepsi konsumen tentang produkmu. Visi dari branding adalah positioning, atau masuk menjadi Top of Mind di

SITUASI GENTING

Tanpa kita sadari kita masuk ke era paling genting dalam kehidupan berbisnis. Era dimana apa yang ditawarkan pebisnis tidak klop dengan selera konsumennya. Pebisnis masih percaya hal-hal dibawah ini : 1. Percaya bahwa PRODUK yang lebih bagus/beda menjadi Call To Action Konsumen untuk membeli. 2. Percaya bahwa harga murah merupakan Call To Action konsumen untuk