Praktisi Branding

PENTINGNYA NGASIH NAMA

Ketika seorang ibu melahirkan bayi yang dilahirkan langsung di bawa ke baby room buat di rapihkan. Oleh si suster sang bayi dibersihkan, dimandikan, dilotionin, dibajukan, lalu di kasih gelang tulis NAMA. Nama siapa? Nama ibunya. Kalau si bayi sampai besar gak dikasih nama karena ibunya lupa maka si anak akan dipanggil tetangganya sebagai “Anaknya bu @su.biakto.tya”

UGC – USER GENERATED CONTENT

Pebisnis jaman now harus piawai memainkan strategi UGC ini.   UGC adalah konten apa pun : teks, video, gambar, ulasan, dan lainnya yang dibuat oleh orang lain yang bukan pemilik Brand.   Ketika anda mau jualan baju baru yang keren lewat online kemungkinan Anda akan mengambil foto dan mempostingnya di profil sosial Anda. Atau mungkin

SIAPA PELANGGAN SETIA ANDA?

Sebuah bisnis membutuhkan pelanggan setia untuk mempertahankan keberlanjutan usahanya. Pelanggan setia sering didefinisikan sebagai orang yang membeli produk/jasa anda secara teratur (McConnell & Huba, 2003). McConnell & Huba menyebutkan jika loyalitas pelanggan karena pengaruh kenyamanan atau harga murah, mereka lebih tepat disebut pelanggan tetap dan belum terbukti sebagai pelanggan setia. Pelanggan tetap yang membeli karena

BIARKAN KARYA BICARA

Selaku praktisi Branding selama perjalanan karier yg 50 tahun, saya termasuk sangat beruntung karena perjalanan profesi saya cukup runut membentuk seorang Pak Bi yg sekarang. Bayangkan di usia 19 tahun dimana saya baru lulus SMA sudah langsung ditawari kerja sebagai Art Director di sebuah Packaging Company yang modern di saat itu yang mengusung credo “Packaging

WORDS LIE. GESTURE TELLING THE TRUTH

“Kata-kata bisa bohong. Tapi gesture menyampaikan makna sebenarnya” Mengapa. Karena kata-kata dikontrol oleh otak kritis sementara gesture keluar dari subconcious Mind. Otak kritis bisa memanipulasi lewat kata-kata sementara otak bawah sadar lah yang menyampaikan maksud sesungguhnya. Banyak loh kata-kata yang ditangkap maknanya malah sebaliknya. Misalnya seseorang yang mulutnya mengatakan “Jujurly …” tapi mimiknya bicara lain