Admin

RESESI ATAU CRISIS?

Begitu mendengar kata Resesi saya teringat peristiwa krismon 1997. Lah itu kan Krisis Moneter Pak Bi? Krisis nilai tukar rupiah terhadap dolar melonjak drastis. Pemerintah saat itu menyebutnya Krismon. Tapi faktanya rupiah jadi langka dipasaran. Lah kalau gak ada uang dipasaran kan namanya resesi bukan? Gimana gak semua pengusaha panik tujuh keliling. Kopiko, Indomie, Extra

CUSTOMER PREFERENCE, Apa Itu?

Those who adapt, will survive. Ya, bisnis masa kini mesti lebih adaptif dan gesit, mesti cepat tanggap mengubah prospek jadi customer. Nggak cuma itu, kamu mesti selalu mengevaluasi se-efektif apa marketing campaign- mu. Jangan buang banyak waktu, energi, atau bahkan budget. Yang jelas, fokuslah sama customer-mu. Mereka prioritasmu. Yes, customers are the king. Mereka yang

CUSTOMER DRIVEN COMMUNICATION

Internet dan media sosial telah mengubah interaksi antara Brand dan Konsumen. Media sosial memberi peluang bagi konsumen untuk saling berbagi cerita dan pengalaman saat menggunakan produk atau layanan kepada sesama konsumen. Media sosial mendorong perubahan terhadap pendekatan marketing. Schogel (2009) memperkenalkan jenis “interactive marketing-communication” dengan membuat matriks hubungan antara interaksi “Brand-Customer” dan interaksi “diantara customer”,

STRATEGI BISNIS & BRAND JELANG RESESI 2023

Sebelumnya Selanjutnya Rame-rame isu resesi 2023, bisnismu udah nyiapin apa? Apa sih resesi? Resesi ditandai dengan melemahnya perekonomian global dan akan mempengaruhi ekonomi domestik negara-negara di seluruh dunia. Gimana nasib perekonomian Indonesia? Gimana nasib bisnis kamu? Kalo gak siap dengan segala persenjataannya, gulung tikar jadi resiko. Horor. Bisnismu, mau UMKM atau udah berlevel korporasi, idealnya

MENCIPTAKAN DIFFERENSIASI MELALUI BRAND COMMUNITIES

Pelaku usaha yang mengandalkan differensiasi sebagai keunggulan kompetitif harus terus menerus menciptakan value yang baru untuk memenangkan persaingannya. Namun, pesaing dengan cepat dapat meniru keunggulan yang telah ada bahkan menawarkan keunggulan yang lebih baik. Kondisi ini mendorong terjadinya hyper-competition.   Salah satu strategi mempertahankan keunggulan kompetitif dengan membangun Brand Communities. Oleh karena, brand communities dapat menjadi sarana bagi