Branding

You Don’t Sell Product, Brand Does

The first thing to sell your product is your ability to relate to people. Anda terlebih dulu harus pandai membuat koneksi dengan orang, dengan cara menunjukkan kepedulian Anda terhadap mereka. Theodore Roosevelt dan John Maxwell juga berbicara tentang hal yang sama, “People don’t care how much you know until they know how much you care”.

Pelanggan

Jangan Baper dengan Pelanggan yang Marah

Di artikel sebelumnya, kita pernah membahas tentang bagaimana caranya menghadapi bad review dari customer. Kali ini kita akkan mengulas satu level yang lebih menantang, yakni tentang angry customer alias pelanggan yang kecewa dan marah. Bagaimana cara menyikapi mereka? Well, actually angry customers are vitamins to the brand. Customer yang marah sebetulnya bisa menjadi nutrisi yang

Caption Instagram

Cara Menulis Caption Instagram yang Efektif

Instagram kini menjadi salah satu kanal media sosial paling populer dengan ratusan juta pengguna di seluruh dunia. Fakta ini membuat Instagram semakin potensial untuk mengembangkan bisnis Anda. Selain membuat konten image atau video yang menarik untuk diunggah, elemen penting lainnya adalah caption. Bagaimana menulis caption yang menarik untuk akun bisnis? Simak beberapa strategi berikut ini:

Kesan Pertama, Hanya Dua Detik Saja!

First impression alias kesan pertama itu sangat penting, tidak hanya berlaku bagi manusia, tapi juga bisnis. Keputusan untuk membeli atau tidak, juga ditentukan oleh bagaimana kesan pertama tentang brand anda di benak mereka. Perlu anda ingat, hanya butuh dua detik saja untuk mereka menilai. Jika kesan pertama baik, yes mereka akan membeli. Jika sebaliknya, mereka

Strategi ‘Menyentuh’ Audiens dengan Empathetic Storytelling

Dalam psikologi branding ada istilah yang disebut dengan empathetic storytelling. Ini didefinisikan sebagai bentuk storytelling yang dikemas dengan sisi empati. Brand anda bukan robot, audiens pun demikian. Makanya perlu dilibatkan emosi layaknya manusia dengan manusia. Ketika anda mampu merasakan perasaan orang lain, orang lebih mudah tersentuh. It really works in the pandemic era. Di tengah