Branding

Personal Brand & Fase yang Harus Dilalui

Personal brand. Lagi-lagi kita akan membahas tentang personal brand. Kenapa ini penting? Salah satu manfaat yang bisa anda dapatkan dari personal brand yang bagus adalah kredibilitas. Tapi sebentar dulu, sebelum membangun kredibilitas tersebut, harus ada proses pengakuan yang perlu anda lalui. Yang jelas, mulailah dengan bagaimana caranya agar orang MENGAKUI keberadaan dan peran anda, kemudian biarkan

Brand Tanpa Engagement, Apa Jadinya?

Brand Tanpa Engagement, Apa Jadinya?

Anda punya bisnis? Maka anda harus membangun brand, jika bisnis anda mau sustain.   Lantas, jika anda sudah punya brand? Anda wajib membangun brand engagement.   Brand engagement kurang lebih merupakan sebuah proses menciptakan jalinan emosi dan rasional antara brand dan personal.   Dikutip dari simplicable.com, pada dasarnya brand engagement adalah interaksi menarik antara pelanggan

BRAND HANYA BUAT KONSUMEN YANG INGIN LEBIH

BRAND HANYA BUAT KONSUMEN YANG INGIN LEBIH

Yang dicari konsumen adalah produk yang membuat dia menjadi SIAPA. Itulah BRAND. Makanya kalau masalah konsumen bisa selesai dengan Generic Product maka mereka gak butuh Brand. Kalau konsumen sudah terpuaskan oleh Expected Product untuk menyelesaikan masalah mereka maka mereka gak butuh Brand. Value added pada product akan melahirkan Augmented Product yang ‘beyond expectation’. Membenamkan Value

No Brand No Bisnis

Apa kabar bisnis Anda saat ini?   Banyak dari kita yang putus asa bahkan depresi dilanda pandemi yang tengah berlangsung nyaris sepanjang tahun.   Banyak yang terpaksa gulung tikar, banyak yang mesti kena PHK, banyak yang kehilangan project penting, banyak yang sibuk menomboki biaya operasional sampai gali-tutup lubang berutang sana-sini.   Kenapa bisa begitu?  

Kenapa Harus Hati-hati Dengan Tagline?

Tagline sangat potensial untuk membangun value bisnis dalam jangka panjang. Ketika Anda menggunakan tagline, berarti Anda siap menjadikannya sebagai bagian yang paling diingat dari identitas Anda. Mungkin audiens akan lebih mengingat tagline dibading nama perusahaan Anda. Ini bisa jadi bumerang jikalau tagline-nya sendiri sangat out of date atau terlalu ‘heboh’ sehingga kurang bisa dipercaya audiens.