Branding

JANGAN JUALAN PRODUK, MULAILAH DENGAN CERITA

Kata Pak Bi di postingan Instagramnya baru-baru ini, “Jangan jualan produk, mulailah dengan cerita.” Kalau begitu, bagaimana caranya untuk mempromosikan produk kita, dan cerita seperti apa yang perlu kita sampaikan ke calon konsumen kita? Kata Pak Bi, ceritakan keunikan produk Anda. Sebagai contoh, kita bisa melihat bagaimana cara Pak Bi mempromosikan jasanya sebagai praktisi branding

CARA TEPAT SAAT PASAR BERUBAH

As markets change, marketing theories must also change to accommodate them. (Kozinets, et al, 2010).   Internet mengalami loncatan perubahan semenjak hadirnya platform Web 2.0, sebuah platform aplikasi yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi informasi secara interaktif. Platform ini  berpusat pada pengguna, sekaligus memfasilitasi pengguna untuk saling berkolaborasi di World Wide Web. Beberapa bentuk Platform Web

PAK BI: TAHUN RESESI ADALAH TAHUN DISRUPTION

Baru saja menarik napas lega karena mulai lepas dari bayang-bayang pandemi COVID-19, kini kita semua dihantui oleh resesi yang diprediksi akan terjadi tahun depan. Banyak pelaku bisnis menjadi waswas dengan “gosip” resesi ini. Baru-baru ini, Pak Bi melakukan sesi Instagram Live bersama putri ketiganya, Sati Subiakto, untuk membahas tentang disrupsi dan pengalaman beliau menghadapi resesi.

WALK THE TALK

Yang di omongin ya harusnya yang pernah dilakukan. Nasehat para sepuh “Mun ncan kabukti mah bohong”. Cerita kisah sukses anda buat menginspirasi. Bukan dibuat formula. Karena jaman berubah. Marketing 1.0 (4P) yang fokus memuji keunggulan produk (iklan) populer sebagai Marketing modern tahun 1960-an. Sudah beralih ke Marketing 2.0 pada tahun 1990-an yang fokus pada Branding

BIARKAN KARYA BICARA. KALAU GAK PUNYA KARYA TINGKAT NASIONAL MEMANG JADI SUSAH BICARA

Selaku praktisi Branding karier yang 50 tahun, saya termasuk sangat beruntung karena perjalanan profesi saya cukup runut membentuk seorang Pak Bi yang sekarang. Bayangkan di usia 19 thn baru lulus SMA sudah langsung ditawari kerja sebagai Art Director di sebuah Packaging Company modern saat itu yang mengusung credo “Packaging is a Silence Salesman”. Sebagai Art