bisa bikin brand

BRANDING: Oleh ALAN TH. Bag 2

Tagline-tagline dalam iklan itu sangat mahal. Misalnya, dengan ‘mantra-mantra’ Pak Bi itu, SBY-JK dipercaya untuk mengelola ratusan triliun anggaran negara; Fauzi Bowo dipercaya mengelola puluhan triliun anggaran pembangunan DKI Jakarta selama tahun 2007 – 2012. Jadi, slogan atau tagline untuk presiden atau gubernur itu, sekali lagi, sangat mahal. Dan saya baru sadar setelah mengikuti workshop

BRANDING: Oleh ALAN TH. Bag 1

Kalau tantangan FGD sekarang ini adalah bagaimana membuat iklan yang baik, dalam arti efektif secara komunikasi, dengan durasi 30 detik, 60 detik, dan 3 menit, kita cukup mendengarkan saran Pak Bi saja. Saya yakin beres, apapun jenis iklannya. Sejak bergabung di Hotline Ad awal 2007, saya bukan hanya bekerja, melainkan berguru, belajar kepada Pak Bi,

BUKAN SEKEDAR BELI PRODUK

Sejak Kevin Lane Keller memperkenalkan konsep “Customer-Based Brand Equity” tahun 1993, manajemen brand mengalami pergeseran dari berorientasi produk menjadi berorientasi konsumen. Keller menekankan kekuatan brand berada di benak konsumen yang terdiri dari Brand Awareness dan Brand Image. Brand Awareness merupakan bentuk ingatan konsumen saat memikirkan kategori produk dan memasukkan Brand dalam daftar pembelian produk.  Sedangkan, Brand Image  merupakan asosiasi konsumen terhadap Brand

MANTRA TAGLINE

Sebelumnya Selanjutnya Banyak yang nge-DM saya bagaimana membuat TAGLINE yang membius dan membrainwash layaknya MANTRA. 1. Anda perlu skill Copywriting yang menciptakan Sticking Power. Kalimat yang melekat erat dalam benak konsumen setelah Brand Positiong dilesakkan lewat Stricking Power. Nah anda bisa belajar menulis dari kang @alan_t_h. 2. Anda perlu skill Hypnowriting yang membuat konsumen jadi TRANS

TAGLINE ADALAH MANTRA

Sebelumnya Selanjutnya Adalah @alan_t_h, sahabat lama yang sudah sekian purnama tidak bersua, malam tadi mengucapkan lagi kalimat yg sudah lama gak saya dengar. “Betapa tidak pak Bi. Tagline ‘bersama kita bisa’ telah membius para pemilih menyerahkan pengelolaan dana ribuan triliun kepada SBY-JK selaku Presiden terpilih pada tahun 2004. Bukankah itu sebuah mantra?” “Dengan mantra ‘coblos kumisnya’