Praktisi Branding

BUKAN SEKEDAR BELI PRODUK

Sejak Kevin Lane Keller memperkenalkan konsep “Customer-Based Brand Equity” tahun 1993, manajemen brand mengalami pergeseran dari berorientasi produk menjadi berorientasi konsumen. Keller menekankan kekuatan brand berada di benak konsumen yang terdiri dari Brand Awareness dan Brand Image. Brand Awareness merupakan bentuk ingatan konsumen saat memikirkan kategori produk dan memasukkan Brand dalam daftar pembelian produk.  Sedangkan, Brand Image  merupakan asosiasi konsumen terhadap Brand

INI SAATNYA BERALIH DARI “ATTENTION” KE “CONVERSATION”

Teknologi telah mengubah model komunikasi pemasaran tradisional. Akibat, munculnya model interaktif Web 2.0 menggantikan model pasif Web 1.0. Platform ini membuat konsumen saling terhubung, berbagi, dan berkolaborasi yang berpengaruh kuat terhadap pemasaran sebuah produk/layanan. Media sosial membuat konsumen bukan sekadar penerima pasif, namun memiliki peran aktif, mulai dari desain produk hingga pesan promosi produk (Berthon,

ISTILAH-ISTILAH DALAM BRANDING YANG WAJIB KAMU PAHAMI

Sebelumnya Selanjutnya Dulu saya masih dibikin bingung sama bedanya branding, marketing, selling. Boro-boro paham soal brand value, brand personality, brand identity, dll, definisi branding-marketing-selling aja masih bias. 🙈 Ternyata, setelah belajar di workshop Pak Bi @subiakto, saya baru bisa menyimpulkan dengan penuh percaya diri. Ya gimana gak percaya diri, saya belajar langsung dari master yang pengalamannya

USER GENERATED BRANDING

Ulrike Arnhold (2010) menciptakan istilah “User Generated Branding” (UGB) untuk menjelaskan pendekatan manajemen Brand yang berhubungan dengan respon terhadap fenomena munculnya user generated content di media sosial. User Generated Branding adalah “strategic and operative management of brand related user generated content (UGC) to achieve brand goals” (Arnhold, 2010) User Generated Branding merupakan pendekatan manajemen untuk

KALAU SUDAH BERANI TERJUN KE ARENA HARUS BERANI BERSAING

Jangan kayak lagunya Farel “Wong koyo ngene kok dibanding-banding ke, saing-saing ke yo mesti kalah”. Ini namanya wani ‘angas’. Berani maju tapi gak mau bertanding. Nah lalu cari dalih macam-macam buat mengalahkan lawan yang lebih kuat. Lawan lebih tinggi dipotong kakinya supaya kita jadi lebih tinggi. Nggak gitu ya teman-teman. Biar UKM siapa takut dibanding-banding