Praktisi Branding

PINBALL MARKETING

Jaman terus berubah. Era Bowling dengan PIN sebagai ‘target’ lemparan bola sudah lewat. Sekarang jamannya ecosystem PINBALL. Dimana apapun yang kita launching bakal ‘digoreng’ konsumen lewat Review, Rating, Recomendation. Apa bedanya era bowling dengan era pinball? Era Bowling Marketing Target market disusun rapih ibarat pin sesuai segmentasi pasarnya. Diletakkan diujung arena yg lurus dan mulus

COPYWRITING IS THE MOTHER OF CONTENT

Sebelumnya Selanjutnya Hai! Ada yang kangen sama postingan saya? Atau kangen sama sayanya? #eh 😂😂😂 Nih buat yang kemarin udah nunggu ulasan dari workshop #SPowerCopywriting-nya Pak Bi @subiakto, karena materinya banyak, jadi saya bahas parsial aja ya. Btw ini kali ketiga saya ikut workshop #SPowerCopywriting-nya Pak Bi @subiakto dan di yang ketiga ini ada banyak update materi. Ini bedanya sama baca

MASIH MENAWARKAN PRODUK?

Media sosial dan User Generated Content (UGC) mengubah cara orang mencari informasi, membaca dan membuat informasi. Media sosial membuat konsumen lebih percaya, informasi yang diberikan konsumen yang telah menggunakan dibanding informasi yang diberikan perusahaan ataupun pemilik Brand. Selain itu, UGC memberi pengaruh terhadap perkembangan e-commerce (Sigala 2008) karena UGC merupakan bentuk baru dari Word of

OLEH-OLEH DARI WORKSHOP OFFLINE EKSKLUSIF BBB: MERASAKAN SEJARAH DAN KERAMAHAN KHAS INDONESIA DI HOTEL INDONESIA KEMPINSKI

Sebelumnya Selanjutnya Workshop Offline Eksklusif Bisa Bikin Brand sudah diadakan dua kali di Pelataran Ramayana, Hotel Indonesia Kempinski. Ketika Anda mendengar nama Hotel Indonesia Kempinski, apa yang terlintas di kepala Anda? Sukarno, hotel bersejarah, atau salah satu lambang ibukota? Workshop offline eksklusif Bisa Bikin Brand (BBB) sudah diadakan dua kali di Pelataran Ramayana yang berada

ANDA MASIH MENGGUNAKAN PENDEKATAN 4P?

Procter & Gamble yang merupakan produsen fast-moving consumer goods pertama kali menerapkan manajemen brand dengan pendekatan manajemen produk. Oleh sebab itu, konsep dasar yang digunakan, yakni bauran pemasaran yang tepat akan menghasilkan penjualan yang optimal (Heding, Knudtzen and Bjerre, 2020). Konsep Marketing Mix pertama kali diperkenalkan Neil Borden (1964) dengan menyatakan ada dua belas faktor