Branding

BAGAIMANA SAYA MEMBANTU KLIEN SAYA MEMBANGUN BRAND ?

BAGAIMANA SAYA MEMBANTU KLIEN SAYA MEMBANGUN BRAND ? #1 – Temukan valuenya #2 – Temukan Call To Actionnya #3 – DONE. Karena Brand adalah VALUE + CTA. Detailnya saya bahas di workshop online Branding Marketing Selling 20-21 Juli 2022 jam 19.00 sd 22.00 termasuk Q&A. Dibawa kan langsung oleh pak Bi dan mas @dionsubiakto. Moderator @sati.subiakto Silahkan mendaftar di biolink @subiakto atau

CARA MENGUBAH PELANGGAN MENJADI PROMOTERS

Bisnis itu seru. Kamu gak cuma jualan, tapi juga akan berhubungan terus dengan orang banyak. Makanya butuh membangun brand. Membangun persepsi, membangun trust. Kalo kamu gak mau keteteran menghadapi segala macam dinamika dan disrupsi yang datang silih-berganti, kamu jelas harus tau dulu mapping dan strateginya. Kamu juga mesti paham bahwa di era digital ini kamu

“SAYA LEBIH LAMA JADI COO DARIPADA JADI CEO”

BAYAK YANG MENGIRA SAYA PERNAH JADI KARYAWAN BIRO IKLAN ASING. Tidak. Saya tidak pernah bekerja di biro iklan asing. Biro iklan asing hanya membuat saya menjadi manusia cubical. Keahlian saya hanya dalam cubical saya. Sejak mengirimkan biro iklan sendiri bersama teman tahun 1979 jabatan saya adalah COO – Chief Operating Officer sampai sekarang. Saya baru

MENCIPTAKAN “MARKET POWER”

Pelaku UMKM yang lelah bermain dengan perang harga, sebaiknya mempertimbangkan untuk keluar dari pasar persaingan sempurna (perfect competition) dan beralih ke pasar persaingan monopolitik (monopolistic competition).   Persaingan monopolistik merupakan struktur pasar yang terdiri dari banyak produsen namun memiliki kemampuan untuk menaikkan harga (market power). Inilah perbedaan mendasar antara pasar persaingan sempurna dengan pasar persaingan monopolitik,

AKADEMISI DAN PRAKTISI ITU BEDA KOLAM

Akademisi mengolah berbagai teori. Saat mengolahnya mereka berada dikampus. Kampus itu kolam yang stabil. Tenang. Seolah kondisi hal-hal lain ceteris paribus alias tidak berubah. Karrna itu kampus melakukan banyak survey dan riset utk mengetahui ‘keadaan diluar’. Dan wajib dibuatkan journalnya. Sehingga teori memang bagus diterapkan dalam kondisi dan situasi yang stabil. Kami para praktisi sehari