Branding

PAK BI X INDRA UNO: UKM BISA MENJADI HARAPAN INDONESIA UNTUK BERTAHAN DI ERA RESESI

Belum lama ini, Pak Bi melakukan Instagram Live bareng Dr. Indra Cahya Uno, seorang pengusaha dan pendiri gerakan sosial OK OCE, untuk membicarakan mengenai kemungkinan resesi tahun 2023. Pak Bi bilang ide Instagram Live bersama Indra Uno ini berawal dari ketika beliau mengunggah postingan tentang peringatan bahaya resesi di tahun 2023 oleh Menteri Keuangan RI

DISKON BUKANLAH PILIHAN

Perekonomian global terus menghadapi tantangan berat, akibat pengaruh: perang Rusia-Ukraina, tekanan inflasi, dan melambatnya pertumbuhan ekonomi China. IMF memproyeksikan pertumbuhan global melambat menjadi 2,7 persen pada tahun 2023. Singkatnya, meski yang terburuk belum datang, namun bagi sebagian orang tahun 2023 serasa seperti resesi.(Pierre-Olivier Gourinchas, 2022). Umumnya, masyarakat merespon resesi dengan mengurangi konsumsi dan mulai menyimpan

APA ALASAN YANG MEMBUAT CUSTOMER BELI PRODUKMU

Sebelumnya Selanjutnya Kalo kata Pak Bi di setiap workshop-workshopnya, “customer don’t buy product, they buy story”. Loh? Apa maksudnya? Iya, yang melatarbelakangi orang beli sesuatu, apalagi di zaman sekarang, adalah “cerita” yang secara emosional relate buat mereka. Makanya ketika kamu punya bisnis, kamu lagi jualan, you always deal with people. Kamu akan selalu berhubungan dengan

APA KATA PAK BI MENGENAI ISSUE MANAGEMENT?

Iklan sebagai marketing communication itu tidak hanya sekedar gambar cantik atau promosi produk, karena iklan yang baik juga harus mengelola isu. Nah, apa hubungannya sih dengan daya ingat manusia tentang brand yang terbatas untuk masing-masing kategori produk? Pak Bi menjelaskan kalau pasar untuk praktisi marketing adalah jumlah orang atau konsumen, sedangkan pasar bagi praktisi branding

HARGA MELONJAK, BUNGA MENINGKAT

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Oktober 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75%. Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting) dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada awal 2023, serta