Brand

Kepercayaan Konsumen Adalah Fondasi Utama Brand

Kepercayaan Konsumen Adalah Fondasi Utama Brand

Seperti yang sudah pernah dibahas dalam artikel sebelumnya, membangun brand adalah membangun trust, membangun kepercayaan konsumen. Prinsip ini merupakan salah satu langkah dalam membangun kerajaan bisnis yang stabil. Tidak gampang, namun tidak sulit juga sejauh Anda memahami brand yang Anda bangun pun memahami pasar/konsumen yang Anda hadapi. Kedua hal tersebut berjalan sinergis, saling beriringan. Karena

Hati-Hati Dalam Branding

Hati-Hati Dalam Branding

“Brand is PERCEPTION or EMOTION, maintain by somebody other than you (customers), that describe the total EXPERIENCE of having relation with you.” – McNally and Speak. Menciptakan brand di benak audiens bergantung dari bagaimana Anda melempar stimulan (branding) yang proper sesuai dengan apa yang menjadi goal dari bisnis Anda. Ketika brand sudah berhasil tercipta, maka

Brand Ladder

Berkenalan Dengan Brand Ladder: Tangga Pencapaian Brand

Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya dari Pak Bi, branding adalah stimulan, dan  brand merupakan pantulannya. Apa yang menjadi hasil dari branding adalah sebuah brand, dimana brand sendiri punya tahapan yang mengacu pada peningkatan kebutuhan dan pengaruh secara emosional di benak konsumen. Apa saja tangga pencapaian brand tersebut? Brand Awareness Brand Awareness diartikan sebagai persepsi

UKM Kaki Lima Perlu Branding?

UKM Kaki Lima Perlu Branding?

Mindset kita kerap berasumsi bahwa setiap bentuk usaha sekecil pun membutuhkan branding. Padahal nyatanya tidak. Sebut saja, usaha kaki lima. Tanpa repot menciptakan branding, brand mereka bakal terbentuk dengan sendirinya. Khusus dalam konteks UKM kaki lima ini, tidak perlu stimulan untuk menumbuhkan pantulan atau persepsi. Teori Pak Bi soal branding memang tidak bisa disangkal, namun

Belum Bisa Jadi yang Terbaik? Jadilah Yang Beda

Belum Bisa Jadi yang Terbaik? Jadilah Yang Beda

Salah satu ‘mantra’ paling penting dalam berbisnis adalah mengaplikasikan konsep branding dengan tepat.   Seringkali branding diterjemahkan sebagai cara untuk menjadi yang terbaik dalam ranah persaingan di antara kompetitor-kompetitor.   Padahal, mindset ini tidak mutlak.   Terlebih lagi ketika sebuah bisnis baru saja dimulai, brand baru dibangun, tentu bukan hal yang mudah jika tiba-tiba menargetkan